Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Ketujuh
Pada postingan saya kali ini akan merefleksikan perkuliahan
Filsafat Ilmu pertemuan ke tujuah yaitu hari Selasa tanggal 31 Oktober 2017
yang dimulai dengan tes jawab singkat. Berikut adalah pertanyaan dan
jawabannya:
1.
Apa abstraksinya titik? wadah
2.
Apa abstraiksinya titiik? isi
3.
Apa idealnya titik? wadah
4.
Apa idealnya titik? isi
5.
Apa abstraksinya abstraksi? reduksi
6.
Apa idealnya abstraksi? reduksi
7.
Apa abstraksinya ideal? absolut
8.
Apa idealnya ideal? absolut
9.
Apa abstraksinya absolut? kuasa
Tuhan
10.
Apa idealnya absolut? kuasa Tuhan
11.
Apa idealnya wadah? isi
12.
Apa idealnya isi? wadah
13.
Apa abstraksinya wadah? isi
14.
Apa abstraksinya isi? wadah
15.
Apa metafisiknya wadah? isi
16.
Apa metafisiknya isi? wadah
17.
Apa metafisiknya abstraksi? reduksi
18.
Apa metafisiknya ideal? absolut
19.
Apa metafisiknya absolut? kuasa
Tuhan
20.
Apa metafisiknya metafisik? metafisik
21.
Apa abstraksinya metafisik? epistemologi
22.
Apa idealnya metafisik? metafisik
23.
Apa wadahnya metafisik? epistemologi
24.
Apa isinya metafisik? yang ada dan
yang mungkin ada
25.
Apa absolutnya metafisik? kuasa
Tuhan
Hanya orang filsafat yang paham komponen titik, yaitu wadah
dan isi. Wadahnya titik dan isinya titik. Kalau diabstraksi lagi ketemunya
hanya wadah dan isi. Kemudian tinggal titik itu ada berapa macam. Ternyata
meliputi yang ada dan yang mungkin ada. Karena kita bisa membuat titik A dan titik
B kemudian dibuat garis menjadi garis AB. Kalau sudah seperti itu ada garis AB
yang melalui 2 buah titik yang berbeda, nah itu adalah ruang dan waktu. Padahal
ruang dan waktu yang bisa kita merasakan dan pahami di sini dan di sana.
Artinya ciri-ciri ruang bisa dipukul, diraba, dirasa, dkk. Meja yang kemarin
adalah waktu.
Kita terikat di bumi oleh ruang dan waktu. Padahal pada fase
berikutnya kita menemukan bahwa ruang dan waktu itu masuk ke langit karena
pikiran kita bisa memikirkan 2 buah titik yang berbeda. Bagaimana kita bisa
memikirkan 2 buah titik yang berbeda? Melalui bayangan yang ada di bumi yang
terikat oleh ruang dan waktu. Kemudian yang ada di papan namanya hermeneutika.
Yaitu pikiran menerjemahkan kenyataan. Kenyataan menerjemahkan pikiran, dsb.
Pola pikir kita bertingkat-tingkat dan mencerdaskan.
Bilangan lebih tinggi kedudukannya daripada geometri di dalam pikiran kita,
lebih abstrak karena geometri merupakan bayangan dari kenyataan. Karena kemarin
kita berpikir geometri di dalam pikiran kita adalah bayangan dari kenyataan.
Aritmetik bilangan juga bayangan kenyataan tetapi terbatas. Dalam bilangan kita
menemukan bilangan imajiner. Bilangan imajiner itu lebih tinggi kedudukannya
daripada bilangan 2 atau bilangan bulat. Bilangan rasional lebih tinggi
daripada bilangan bulat. Bilangan imajiner lebih tinggi daripada rasional.
Bilangan imaginer mengandung bilangan rasional.
Seperti abstraksinya abstraksi, abstraksi yang diabstraksi
adalah reduksi, abtraksi sebenarnya reduksi. Pengertiannnya sama, yang mana
yang lebih dulu, mana yang lebih sempit dan mana komponennya. Jika berbicara
abstraksinya titik itu wadah dan isi. Idealnya titik wadah dan isi. Ketemu
bahwa abstraksi dengan ideal itu sama. Ketika abstraksi dan ideal sama maka
tingkatan lebih tinggi lagi kedudukan. Reduksi adalah istilah filsafat. Reduksi
yang memilih dan reduksi yang dipilih apa perbedaannya? Jika tidak bisa
membedakan, ilmu yang membedakan. Yang berbeda komponennya. Berarti reduksi
lebih tinggi daripada memilih dan dipilih karena reduksi ada dua yaitu memilih
dan dipilih, maka yang di break down itu kedudukannya lebih tinggi.
Kemudian setinggi-tinggi yang ada dan yang mungkin ada dasarnya
adalah wadah dan isi. Maka wadah dan isi itu komfonita. Wadah sebagai takdirnya
dan isi sebagai ikhtiarnya. Komform ternyata ciptaan Tuhan, setara filsafat itu
wadah dan isi. Yang terlihat tersebut adalah wadah. Jiwa, semangat, dan
perasaan merupakan isi. Padahal wadah berisi, isi ada di dalam wadah. Wadah
berisi terus, itulah yang dinamakan infinite regress.
Abstraksi dari ideal, ideal itu tidak sekedar sempurna, di
atas sempurna. Dan di dunia tidak ada yang sempurna. Idealnya ideal yang paling
sempurna daripada yang sempurna adalah kuasa Tuhan. Gunanya berfilsafat.
Sehingga jadi tau kedudukan pikiran kita. Juga abstraksi dari ideal. Ideal kita
ambil saripatinya ya absolute. karena ideal itu ideal di sini, di sini, terus
apa komponennya yang merangkum semua itu, ya absolute. Kalau sudah absolute
tidak universal, tapi terangkum semuanya. Kalau sudah masuk dalam dirimu, tidak
lagi absolute. Dan absolute kalau diringkas lagi, disari lagi. Maka pada
akhirnya ketemuanya kuasa Tuhan. Menunjukkan konsep pikiran dengan spiritual. Pikiranmu
yang paling tinggi kalau diabstraksi, diideal jadi kuasa Tuhan. Pikiranmu yang
tertinggi itu kalau diabstraksi diideal jadi kuasa Tuhan. Idealnya dari wadah.
HP ini. Wadah dari HP ini tangan saya. Idealnya yang lebih tinggi lagi. Yang
bisa mewadahi wadah ini, wadah ini adalah isi dari tangan saya. HP sebagai
wadah, di dalamnya ada program, ada kontak. Wadah berisi, wadah berisi itu
namanya infinite regress. Dan yang tidak abis itu semua yang ada dan yang
mungkin ada. Kalau udah menyadari, kita mau kemana. Ideal dari isi itu wadah,
dan ideal dari wadah itu isi. Tapi wadah dengan maksud yang lain kalau sudah
terikat ruang dan wadah. Isi juga. Demikian seterusnya. Jadi, juga banyak
sekali permainan-permainan pikiran. Metafisik. Epistemologi. Metasik, sebaliknya,
esensi disebaliknya. Metodenya, semua esensi disebaliknya pda akhirnya kausa
Tuhan. Filsafat itu seberapa jauh dari sini sampai kuasa Tuhan aku
memikirkannya dengan pikiran kita. Kalau sudah sampai kuaa Tuhan berhenti.
Selagi ke sini sampai ke sana itu pikiran kita. Maka metafisik dari semua yang
ada dan yang mungkin ada itu kuasa Tuhan, tetapi metafisik dari warna HP ini,
kalau menggunakan pikiran, warnanya selain warna hitam. Apa metafisik dari
warna HP saya? Dijawab kuasa Tuhan ya betul, setelah berikhtiar semua. Itulah
dimensi yang bertingkat-tingkat. Sesuai ruang dan waktu. Ruang dan waktu sesuai
dengan omongan kita apa.
Awal jaman, akhir jaman. Kalau berpikir filsafat direduksi
dan diekestensi. Awal jaman 1, 2, 3 4, dst. Kita harus membaca teori berpikir
dari immanuel kant. Karena itu penting sekali terkait filsafat. The critic of
pure reason 1671. Awal dan akhir jamaan. Awalan kita berpikir, akhiran kita
berpikir.Berpikir tingkat yang paling tinggi, berfilsafat. Mengambil
keputusan,awalannya kesadarana. Melalui persepsi, persepsi melalui pikiran,
melaui logika. Nalar. Bertingkat-tingkat. Sampai terjadi kualitas berpikir.
Kita berpikir 2 dengan cepat karena sudah ada skema. Awal akhir jaman. Mulai
lahir sampai mati. Karena bahasa analog. Awal akhir jaman oang awam kiamat.
Kiamt kecil kiamat besar.
Konsep sedekah. Ekstensi, filsafat itu kan intensi dan
ekstensi. Sedekah itu kalau kita teliti mulai dari material, formal, normatif
dan spiritual. Formalnya sedekah dikasihkan orang difoto. Materialnya materi.
Normatif jadi pikiran hanya semata-mata pikiran, apakah sedekah itu. Sedekah
ilmu. Aku akan sedekah ilmu. Sedekah memberikan sesuatu, sebagian pikiran kita
kuasa Tuhan. Banyak sekali hukum alam yang kita tidak ngerti. Jawaban ini
sebagian dipikirkan sebagian kuasa Tuhan. Makanya bahaya kalu sudah bisa
mengklaim kita bisa semuanya.
Hukumnya hermeneutika, berputar-putar. Sialturahmi.Sebagian
memperkirakan, sebgaian tidak. Sebagian dipikirkan sebagian tidak. Hidup itu
seperti mesin. Tuhan menciptakan manusia sebagai struktur. Menembus ruang dan
waktu. Manusia batu pun iya. Sedekah itu memasukkan unsur dalam suatu mesin
produksi sedekah di sertai doa pantul memantu diterjemahkan, refleksi dari
bayangan dan seterusnya, hukum-hukum dari kuasa Tuhan. Sebenarnya kita paham
sedikit alam semesta. Alam bergerak, tetapi tidak ada yang tahu ke arah yang
mana. Bumi berputar dalam porosnya, sambil mengelilingi matahari. Tapi selama
12 bulan kembali ke posisi seperti itu. Sementara bumi berputar, dan perputaran
ni tidak pernah sampai apda suatu tempat, berbeda. Dan kita tidak menyadari.
Sama seperti seekor semut, tidak sadar sampai di Cirebon atau di mana. Sama
sepeti itu, unsur sedekah pun begitu. Psikologi diturunkan jadi sosiologi
masyarakat. Namun belum sampai ke takdir.
Komentar
Posting Komentar