Postingan

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Kelima

Pada kesempatan kali ini saya akan merefleksikan perkuliahan Filsafat Ilmu pada hari Selasa tanggal 24 Oktober 2017 yang diawali dengan tes jawab singkat. Berikut adalah pertanyaan dan jawabannya: 1.       Kapan? Belum tentu ketika 2.       Bagaimana? Mengada 3.       Mengapa? Terpilih 4.       Untuk apa? Pengada 5.       Siapa? Subjek/ Objek 6.       Di mana? Belum tentu di sini 7.       Kemana? Ke perbatasan 8.       Dengan siapa? Dengan sifat 9.       Berapa? Kuantitatif/ kuantitas 10.   Apa kabar? Fondamen 11.   Hello? Fondamen 12.   Yang terhormati. Intensi 13.   Hadirin dan hadirat. Intensi 14.   Marilah... Determine 15.   Hendaknya. Determine 16.   Kita dapat saling menjaga. Hermeneutika...

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Ketiga

Pertemuan ketiga perkuliahan filsafat bersama Prof. Marsigit pada hari Sealasa tanggal 3 Oktober 2017 seperti biasa diawali dengan berdoa. Setelah berdoa beliau mengadakan tes jawab singkat. Dan berikut adalah pertanyaanya: 1.       Kenapa pada nggak tanda tangan? 2.       Tanda tangan itu apa? 3.       Lho emangnya? 4.       Lho kok gitu? 5.       Nada-nadanya nilainya kosong/nol? 6.       Ketus amat sih? 7.       Jadi nggak enak rasanya? 8.       Kayak gitu kok Tanya? 9.       Ya, keterlaluan? 10.   Tidak tanda Tanya? 11.   Mungkin katena nggak paham? 12.   Tergantung kesepakatan? 13.   Pikir? 14.   Jangan Cuma berandai-andai? 15.   Wajib? 16.   Anggap saja begitu? 17.   Hasil terbaik? ...

Nilai Etik dan Estetika yang Terdapat pada Pertunjukan Seni Wayang Kulit

Gambar
Pada kesempatan kali ini saya akan memaparkan nilai etik dan estetika dari pertunjukkan seni wayang kulit. Sebelumnya saya bersama teman-teman telah menyaksikan pertunjukan seni wayang kulit pada 30 November 2017 pukul 20.00 – 22.00 WIB di Museum Sonobudoyo Alun-alun Utara Yogyakarta. Pertunjukan seni wayang yang digelar di tempat tersebut terdiri dari 8 episode. Saat itu kami menyaksikan episode ke 6 yang berjudul “Kematian Prahasta”. Secara garis besar, wayang tersebut menceritakan tentang kisah Rama dan Shinta. Namun pada episode “Kematian Prahasta” tersebut menceritakan tentang bagaimana Prahasta (orang yang dipercaya Rahwana untuk menjaga pedang saktinya, pedang Mentawa) yang terbunuh oleh Anila (orang dari pihak Rama). Dari episode ini, saya menangkap pesan bahwa orang yang kejahatan akan selalu kalah dari kebaikan. Pada pertunjukan seni wayang kulit ini terdapat nilai estetika. Yang pertama dari wayang itu sendiri. Desain masing-masing wayang yang terbuat dari kul...