Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Pertama
Refleksi Perkuliahan Pertama
Awal perkuliahan mata
kuliah Filsafat Ilmu berlangsung pada tanggal 5 September 2017. Perkuliahan
dimulai dengan perkenalan satu per satu mahasiswa dengan Pak Marsigit selaku
dosen pengampu mata kuliah Filsafat Ilmu. Selanjutnya Pak Marsigit meminta
mahasiswa untuk merekam pembicaraan selama perkuliahan berlangsung, agar
kemudian dapat dibuat refleksi per pertemuannya.
Pak marsigit
selanjutnya memberitahukan kepada mahasiswa mengenai silabus mata kuliah
Filsafat Ilmu yang dapat diakses dalam http://uny.academia.edu/MarsigitHrj.
Dalam link tersebut, selain terdapat silabus juga terdapat juga makalah-makalah
dan beberapa tulisan Pak Marsigit lainnya.
Sekali lagi Pak marsigit
memngingatkan mahasiswa untuk tidak menulis. Namun, cukup dengan merekam saja
karena dalam perkuliahan Filsafat ilmu cukup merekam, membaca, dan berpikir. Selanjutnya
Pak Marsigit memberitahukan bahwa beliau mempunyai blog yaitu http://powermathematics.blogspot.co.id/. Setelah itu Pak
Marsigit menjelaskan mengenai paradigma yang digunakan dalam proses belajar
mengajar Filsafat Ilmu yaitu paradigma konstruktif yang artinya membangun
(dalam hal apapun itu). Dan membangun yang paling bermakna adalah membangun
diri sendiri dan untuk diri sendiri. Oleh karena paradigma yang digunakan
adalah paradigma membangun, maka tidak dalam konteks memberi. Meski dalam
perkuliahan Pak Marsigit banyak berbicara, itu merupakan sebagai fasilitas
bukan dalam konteks memberi dan mahasiswa seharusnya mencari sendiri materi
yang diperlukan.
Untuk mendapatkan
materi yang diperlukan, sebaiknya kita banyak membaca. Pak Marsigit menjelaskan
bahwa dalam perkuliahan Filsafat Ilmu tidak akan ada ujian, melainkan belajar
sendiri dari blog Pak Marsigit. Hal ini sesuai dengan implementasi dari visi
UNY yaitu unggul, mandiri, kreatif.
Namun dalam
termin-termin tertentu Pak Marsigit akan melakukan ujian jawab singkat. Semua ilmu
diawali dengan pertanyaan, sehingga untuk selanjutnya diharapkan mahasiswa
menyiapkan pertanyaan-pertanyaan.
Pak Marsigit menggambar
sesuatu kemudian beliau bertanya pada mahasiswa apa gambar tersebut. Pak Marsigit
berkata bahwa itu bisa menjadi gambar apa saja. Kemudian Pak Marsigit
menggambar sesuatu lagi dan berkata bahwa paling atas terdapat spiritual dan di
bawah spiritual merupakan ilmunya (aturan).
Sesuatu yang masih di
omongan merupakan pikiran, karena yang paling tinggi tetap merupakan spiritual.
Keilmuan turun sedikit menjadi psikologi kemudian kita secara tidak sadar
mengelola gejala jiwa. Maka dari ituspiritual turun ke bawah terdapat filsafat.
Intuisi dilihat dari psikologi bisa, dilihat dari filsafat juga bisa. Saat belajar
filsafat, semua benda-benda mempunyai sifat hidup.
Komentar
Posting Komentar