Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu kedelapan



Postingan saya kali ini akan merefleksikan perkuliahan Filsafat Ilmu yang kedelapan pada hari Selasa, 7 November 2017 yang dimulai dengan tes jawab singkat mengenai tokoh-tokoh dalam filsafat. Berikut adalah pertanyaan beserta jawabannya:
1.      Tokohnya cinta: Fraud
2.      Tokohnya asmara: Fraud
3.      Tokohnya romantis: Fraud
4.      Tokohnya batu: Karl Max
5.      Tokohnya lumpur: Karl Max
6.      Tokohnya politik: Maxiavelli
7.      Tokohnya kekuasaan: Maxiavelli
8.      Tokohnya industri: Adam Smith
9.      Tokohnya kapital: William John
10.  Tokohnya salah: Racatos
11.  Tokohnya bertanya: Socrates
12.  Tokohnya dialek: Socrates
13.  Tokohnya sejarah: Hegel
14.  Tokohnya abstraksi: Husserl
15.  Tokohnya idealisasi: Husserl
16.  Tokohnya idealis: Plato
17.  Tokohnya tetap: Herm
18.  Tokohnya berubah: heraklios
19.  Tokohnya analitik: Immanuel Kant
20.  Tokohnya sintetis: Immanuel Kant
21.  Tokohnya pengalaman: Hume
22.  Tokohnya transenden: Immanuel Kant
23.  Tokohnya perhatian: Husserl
24.  Tokohnya pelit: William George
25.  Tokohnya kosong: Socenawer
Dalam berfilsafat adalah menjadi cair, tidak perlu mengikuti aliran-aliran karena aliran-aliran itu terkadang tidak menyehatkan. Helegian adalah pertengahan atau persimpangan jalan antara fislafat dengan politik. Politiknya jadi komunis yang berhadapan dengan kapital. Maka komunis memusuhi kapital menggunakan rumus materi yaitu es-es dipanasi menjadi air meleleh, dan menjadi uap. Ternyata benda jika diberi perlakuan ekstrem akan berubah. Perlakuan ekstrem itu adalah revolusi. Maka filsafat jaman politik tua dalam revolusi untuk mengalahkan kapital. Ditambah lagi Maviavelli mempunyai prinsip prebutan kekuasaan dengan berbagai cara. Hidup ini berdimensi dan yang tertinggi spiritual.
Terdapat aliran cosmisism yaitu Stephen Hawking. Tidak percaya akan godaan setan melainkan percaya alien. Mereka juga tidak percaya dengan keberadaan Tuhan. Seperti contohnya, Soviet tidak percaya Tuhan maka mereka menggunakan cosmisism. Mereka mempunyai prinsip dan setinggi-tingginya prinsip harus kembali ke cosmisism. Mereka tidak sampai kepada Tuhan.
Selanjutnya Prof Marsigit membuka sesi Tanya jawab dengan mahasiswa. Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah terkait dengan orang yang bunuh diri. Orang yang bunuh diri, orang tersebut mengalami disorientasi atau ketidakseimbangan. Sebagai contoh, kereta api jika tidak terkontrol bisa tercebur kanan ataupun kiri dan begitu pula bunuh diri, bisa dianggap seperti itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu keenam

Refleksi Perkuliahan Filsafat Ilmu Ketujuh